Home / Wisata di bandung dan sekitarnya / Wisata di Bandung kuy kepo in Jalan Asia-Afrika

Wisata di Bandung kuy kepo in Jalan Asia-Afrika

Wisata di Bandung; Chapter 1 : Jalan Asia-Afrika

adalah salah satu nama jalan yang sarat akan nilai budaya dan sering menjadi rujukan wisata di Bandung. Jalan sepanjang 1,5 Kilometer ini bertempat atau dimulai  dari Simpang lima antara jl. Sunda, jl. Jenderal Ahmad Yani, jl. Jenderal Gatot Subroto hingga perempatan antara jalan ini, jl. Jendral Sudirman, dan jl. Otto Iskandar Dinata.

Penamaan jalan ini diprakarsai ketika terjadi Konferensi Asia-Afrika yang diadakan di tahun 1955 disalah satu gedung di jalan ini dan menjadi salah satu jalan penghubung bagi beberapa obyek wisata di Bandung. Selain dinilai sebagai salah satu daya tarik utama wisata di Bandung untuk urusan sejarah.

Jalan inipun juga digunakan sebagai salah satu jalan utama yang membentang di kota Bandung. Marilah kita menelisik bersama bangunan bersejarah apa saja yang berlokasi di jalan Asia Afrika ini.

Gedung ini merupakan salah satu gedung perjuangan yang dipakai sebagai markas oleh pemuda Indonesia di tanggal 17 Agustus 1945 atas ancaman serangan oleh tentara Jepang ketika Jepang enggan untuk menyerahkan kekuasaannya kepada Indonesia dan kini merupakan obyek wisata di Bandung dan merupakan aset bersejarah bagi negara Indonesia.

Dirancang oleh dua arsitek Belanda yang tidak akan memperkirakan hengkangnya Belanda dan peralihan fungsi bangunan menjadi obyek wisata di Bandung, Van Galen Last dan C.P. Wolff Schoemaker di tahun 1926 membuat bangunan memiliki nuansa art deco yang kental dan kemegahan nya tidak diragukan lagi dijamannya.

Kompleks gedung seluas 7.500 m2 (meter persegi) ini terbagi menjadi 2 bangunan utama, yaitu  Gedung Merdeka dan 1 gedung lainnya yang digunakan sebagai memoriabilia Konferensi Asia Afrika dengan nama Museum Konferensi Asia-Afrika yang diresmikan pada 24 April 1980 dan secara resmi pula dapat dikunjungi ketika anda wisata di Bandung.

Wisata di Bandung tidak lengkap rasanya apabila belum mengunjungi jalan braga. Apabila disejajarkan, jalan ini setara pamornya dengan jalan Malioboro di Jogjakarta dan jalan Kayoetangan di kota Malang. Jalan braga adalah terusan dari jalan utama dari arah Gedung Konferensi Asia-Afrika. Sejak jaman penjajahan hingga saat ini, obyek wisata di bandung ini mengusung konsep one-stop holiday. Yang berarti bahwa warga tidak perlu repot-repot mengunjungi berbagai macam tempat untuk memenuhi kebutuhan rekreasinya, cukup mengunjungi jalan braga ini saja.

Di jalan braga ini terdapat deretan bangunan dengan nuansa kolonial yang dijaga keasrian nya sebagai daya tarik wisata di Bandung, dan disana terdapat pula toko kue Sumber Hidangan yang telah memulai usahanya sejak Belanda menjajah Indonesia dahulu.

Selain itu juga terdapat deretan penjual lukisan yang bercokol disekitaran obyek wisata di bandung ini yang dapat menghilangkan kepenatan anda ataupun membuat anda berinspirasi untuk mengerjakan pekerjaan anda setelahnya.

Ingatkah saudara dengan Herman Willem Daendels ? adalah seorang politikus Belanda yang memerintahkan pembangunan 1000 kilometer jalan raya yang membentand dari Anyer hingga Panarukan dan memakan korban yang tak terhitung jumlahnya.

Dahulu, Daendels menancapkan tongkatnya ke salah satu tempat wisata di Bandung dimana titik 0 ini berada sembari mengucapkan  “Zorg, dat als ik terug kom hier een staad is gebouwd” yang artinya adalah “Usahakan, jika aku kembali ke sini, di daerah ini telah dibangun sebuah kota”.

Hingga akhirnya pembangunan kota Bandung dimulai dari titik 0 ini dan saat ini titik 0 ini dibuatkan monumen seperti layaknya titik 0 di kota lain dan dijadikan salah satu obyek wisata di Bandung

About wisatadibandung

Admin adalah seorang traveller sejati yang hanya bisa menuliskan cerita melalui sebuah website. http://wisatadibandung.com

Check Also

Wisata bandung UKM

Wisata di Bandung Mengelilingi Sentra UMKM Kerajinan, Seni & Budaya

Wisata di Bandung Mengelilingi Sentra UMKM Kerajinan, Seni & Budaya Ayo Berwisata ke bandung dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *