Home / Kerajinan tangan UKM / Wisata di Bandung Go UKM

Wisata di Bandung Go UKM

Wisata di Bandung; Chapter 9 : Go UKM !

Di dalam perkembangannya, obyek wisata di Bandung tidak lagi terbatas hanya dalam bentuk konvensional; seperti alam dan kuliner. Sekarang, terdapat jenis wisata di Bandung yang baru yang dapat menginspirasi wisatawan sekalian. Karena tidak hanya anda menjadi calon konsumen, anda dapat menjadi calon investor dan tidak menutup kemungkinan anda nantinya dapat membuat produk anda sendiri dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga disekitar tempat anda berdiam.

semuanya bermula dari wisata di Bandung. UKM, adalah model usaha kecil dan menengah yang ada untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan memperkecil jumlah pengangguran. Mari kita lihat bersama beberapa contoh UKM yang dapat kita kunjungi sembari wisata di Bandung.

Matoa adalah UKM yang bergerak di bidang pembuatan jam tangan. Namun, jam tangan yang mereka buat tidak berbahan dasar logam melainkan kayu, dan menjadi sensasi tersendiri mengenakannya sepulang wisata di Bandung. Ide dasar pembuatannya berasal dari keprihatinan duta besar Indonesia untuk AS, Dino Patti Djalal ketika membeli jam tangan serupa di hawai seharga $200 dan membandingkan bahan baku yang dipakai dengan pembuatan meja di Indonesia yang kemudian dijual hanya seharga $500 saja.

Sementara untuk penggunaan bahan baku yang sama kuantitasnya dengan pembuatan meja, dapat dihasilkan lebih dari seratus jam tangan dari kayu, tentu jauh lebih potensial dalam meningkatkan pendapatan dan jumlah turis wisata di Bandung.

Terdapat 4 varian yang disediakan oleh pembuat jam tangan kayu yang asal namanya berasal dari nama pohon endemik papua ini, Karo – untuk keperluan kasual; Sumba – untuk mode chic dan eksotis; Rote – untuk keperluan formal yang elegan; dan Flores – sederhana dan menarik untuk dipakai.

Ada satu hal menarik yang terlihat dari produk-produk yang ditawarkan oleh UKM ini. Apabila anda meluangkan waktu untuk mengunjungi UKM ini disela jadwal wisata di Bandung yang anda susun, anda dapat menemukan produk-produk olahan kayu yang dirangkai atau dibuat menjadi berbagai jenis perabotan rumah dan furniture cafe, namun kesan “kuno” nya begitu kental padahal produk-produk tersebut baru saja keluar dari rumah pembuatannya.

Apa rahasianya ? ternyata menurut salah satu staff di bagian produksi dan pemasaran dari Lani Lentera, pengolahan dan pembuatan perabotan tersebut menggunakan kayu-kayu bekas; seperti bantalan rel kereta (beberapa trayek wisata di Bandung tempoe doeloe), kapal, dan kayu-kayu bangunan. Ujarnya, kayu yang berasal dari bantalan rel kereta, berumur ratusan tahun sejak jaman penjajahan dulu; sehingga kesan etnic dan kuno yang ingin ditampilkannya begitu terasa.

Selain melayani pembuatan barang-barang indoor, Lani Lentera juga melayani pembuatan saung dan pondok lengkap beserta pernak-perniknya; cocok diletakkan di obyek-obyek wisata di Bandung maupun untuk hiasan halaman rumah anda. Dengan harga yang bervariasu dari Rp250.000 hingga Rp15.000.000, peminat produk mereka datang dari berbagai kalangan termasuk fasilitas pendukung wisata di Bandung, contohnya seperti bober cafe dan garapan konsep kuno di Bumi Serpong Damai (BSD).

Tidak hanya itu saja, sebagai pembuat furniture di beberapa destinasi wisata di bandung, UKM ini telah mengirimkan produknya ke mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, Vietnam, Korea dan ke daerah timur tengah. Tunggu apa lagi, apabila anda tertarik anda dapat mendatangi tempat usaha ini di Komplek Griya Bandung Asri I Blok E. No. 120 Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

About wisatadibandung

Admin adalah seorang traveller sejati yang hanya bisa menuliskan cerita melalui sebuah website. http://wisatadibandung.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *